TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
Feb 04, 2026
2 min read
2

Saham Chipotle Mexican Grill (CMG) dan Mondelez International (MDLZ) turun signifikan dalam perdagangan pra-pasar, masing-masing anjlok 6% dan 4,5%. Penurunan ini merupakan respons langsung terhadap proyeksi penjualan tahunan yang suram yang dikeluarkan oleh kedua perusahaan, meningkatkan kekhawatiran investor atas melemahnya permintaan konsumen dan biaya input yang terus-menerus tinggi.
Prospek yang lemah ini mencerminkan lingkungan ekonomi yang menantang di mana konsumen, terutama rumah tangga berpenghasilan rendah, mengurangi pengeluaran diskresioner. Chipotle menyebut kenaikan harga daging sapi sebagai hambatan utama dan kini memproyeksikan penjualan toko yang sama akan relatif datar pada tahun 2026. Perusahaan berencana menaikkan harga menu secara moderat sebesar 1-2% untuk mengatasi biaya.
Demikian pula, Mondelez mengisyaratkan tahun yang lesu ke depan, tertekan oleh rekor harga kakao dan permintaan yang mendingin dari pembeli yang menghemat anggaran mereka. Pemilik Cadbury mencatat bahwa konsumen beralih ke saluran nilai setelah beberapa kali kenaikan harga, yang berdampak pada volume penjualan, terutama di pasar AS.
Kedua perusahaan menghadapi tantangan signifikan dari kenaikan biaya komoditas dan perubahan perilaku konsumen. Analis mencatat bahwa proyeksi tersebut mengecewakan, menunjukkan bahwa pemulihan belanja konsumen dalam industri makanan dan minuman tidak diharapkan terjadi dengan cepat.
T: Mengapa saham Chipotle dan Mondelez turun?
J: Saham-saham tersebut turun karena kedua perusahaan merilis proyeksi penjualan tahunan yang mengecewakan, mengutip permintaan konsumen yang lemah dan peningkatan signifikan dalam biaya input mereka, seperti daging sapi dan kakao.
T: Bagaimana prospek umum untuk perusahaan-perusahaan ini?
J: Prospeknya hati-hati. Kedua perusahaan mengantisipasi tekanan berkelanjutan pada volume penjualan karena konsumen tetap sensitif terhadap harga, dan mereka memperkirakan biaya komoditas yang tinggi akan bertahan sepanjang tahun.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.
Artikel Terkait

04 Feb 2026
Dow Naik didukung Laba Kuat; Nasdaq Turun