TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
Jan 30, 2026
2 min read
3

Chinalco dan Rio Tinto secara resmi telah sepakat untuk mengakuisisi 68,6% saham pengendali di Companhia Brasileira de Aluminio CBA senilai 4,69 miliar real atau sekitar $903,61 juta. Akuisisi dari konglomerat Brasil Grupo Votorantim ini melibatkan 446,6 juta saham dengan harga 10,50 real per saham.
Saham tersebut akan dikelola melalui perusahaan patungan yang baru dibentuk. Anak perusahaan Chinalco akan memegang mayoritas 67% kepemilikan sementara Rio Tinto akan memegang 33% sisanya. CBA dikenal dengan rantai produksi aluminium terintegrasi rendah karbonnya yang meliputi penambangan bauksit, pemurnian, dan operasi peleburan.
Setelah akuisisi, peraturan Brasil mewajibkan penawaran tender untuk sisa saham CBA. Tindakan ini berpotensi menyebabkan delisting perusahaan dari bursa saham B3 di Sao Paulo. Langkah ini mengamankan akses ke aset produksi aluminium primer yang signifikan bagi raksasa pertambangan global.
Pembelian strategis ini menyoroti konsolidasi signifikan di sektor aluminium. Chinalco dan Rio Tinto memperoleh kendali atas produsen rendah karbon utama di Brasil. Pelaku pasar kini akan mengamati proses penawaran tender wajib dan dampaknya terhadap status pencatatan publik CBA.
T: Siapa yang mengakuisisi CBA?
J: Sebuah perusahaan patungan yang dibentuk oleh Chinalco dan Rio Tinto mengakuisisi saham pengendali.
T: Berapa nilai total kesepakatan ini?
J: Kesepakatan untuk 68,6% saham ini bernilai 4,69 miliar real, atau sekitar $903,61 juta.
T: Akankah CBA tetap menjadi perusahaan publik?
J: Pemilik baru akan meluncurkan penawaran tender wajib untuk sisa saham, yang dapat mengakibatkan CBA delisting.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.
Artikel Terkait