TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
Feb 02, 2026
2 min read
2

Saham BYD Co Ltd anjlok ke level terendah dalam satu tahun, memicu aksi jual signifikan di antara saham-saham produsen otomotif Tiongkok. Penurunan ini menyusul laporan penjualan yang lebih lemah pada bulan Januari, sebagian besar disebabkan oleh skema subsidi pemerintah yang direvisi yang berdampak pada merek mobil ramah anggaran. Reaksi pasar menyoroti meningkatnya kekhawatiran investor atas potensi perlambatan di sektor otomotif Tiongkok.
Pasar otomotif Tiongkok menghadapi tekanan yang meningkat dari melemahnya permintaan domestik dan dukungan kebijakan yang kurang murah hati. Hal ini diperparah oleh persaingan harga yang ketat yang mengikis margin keuntungan dan menyempitnya kesenjangan teknologi di antara para pesaing. Asosiasi Mobil Penumpang Tiongkok telah memperkirakan penjualan mobil yang stagnan untuk tahun ini, mencatat bahwa pertumbuhan ekspor yang kuat yang terlihat pada tahun 2025 kemungkinan tidak akan berkelanjutan.
Saham BYD yang terdaftar di Hong Kong ditutup turun 6,9%, menandai penurunan satu hari terbesar mereka sejak Mei 2025. Sahamnya yang terdaftar di daratan juga turun 4,2%. Sentimen negatif menyebar ke rekan-rekan, dengan saham Geely, Leapmotor, dan Xpeng turun antara 1,2% dan 6,8%. Pada bulan Januari, penjualan BYD turun untuk bulan kelima berturut-turut, dan dikalahkan oleh pesaingnya, Geely Auto.
Untuk mengatasi perlambatan domestik, BYD berencana untuk memperkenalkan inovasi produk dan mencari pertumbuhan yang lebih cepat di luar negeri. Meskipun penjualan di luar Tiongkok tumbuh 43,3% pada bulan Januari, perusahaan telah menurunkan target pengiriman luar negeri secara keseluruhan untuk tahun ini. Sentimen investor juga telah dipengaruhi oleh Berkshire Hathaway milik Warren Buffett, seorang investor jangka panjang, yang sepenuhnya keluar dari posisinya di produsen otomotif tersebut tahun lalu.
T: Mengapa harga saham BYD anjlok tajam?
J: Harga saham anjlok terutama karena angka penjualan Januari yang lebih lemah dari perkiraan, yang dipengaruhi oleh revisi subsidi pemerintah, persaingan ketat, dan melemahnya permintaan domestik.
T: Apakah produsen otomotif Tiongkok lainnya terpengaruh oleh tren ini?
J: Ya, aksi jual ini meluas, mempengaruhi produsen otomotif besar Tiongkok lainnya termasuk Geely, Leapmotor, Xiaomi, dan Xpeng, yang juga mengalami penurunan harga saham.
T: Apa yang dilakukan BYD untuk mengatasi penurunan penjualan?
J: BYD berfokus pada peluncuran model kendaraan baru dan memperluas kehadirannya di pasar luar negeri untuk mengimbangi kelemahan dalam penjualan domestiknya.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.
Artikel Terkait