TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
3월 19, 2026
2 min read
30

BP telah melarang lebih dari 800 pekerja serikat dari kilang Whiting, Indiana miliknya, memulai lockout setelah berbulan-bulan negosiasi kontrak yang macet. Anggota United Steelworkers USW 7-1 mulai melakukan piket pada hari Kamis sebagai tanggapan atas tindakan perusahaan.
Konflik ini berawal dari berakhirnya perjanjian tiga tahun sebelumnya pada tanggal 31 Januari. Serikat pekerja menolak tawaran terakhir BP, yang mereka klaim mengusulkan pemotongan lebih dari 100 pekerjaan, pengurangan gaji, dan perpanjangan kontrak hingga enam tahun yang belum pernah terjadi sebelumnya. BP menyatakan lockout tersebut dibenarkan dan menyatakan tetap bersedia untuk bernegosiasi.
Sebagai kilang terbesar di Midwest dengan kapasitas 440.000 barel per hari, gangguan apa pun di fasilitas Whiting dapat memengaruhi pasokan bahan bakar. Hal ini dapat memberikan tekanan kenaikan pada harga bensin dan solar di pasar yang sudah ketat. Namun, BP menyatakan tidak melihat adanya dampak langsung pada operasi atau produksi kilang.
Dengan negosiasi yang menemui jalan buntu, fokus tetap pada apakah lockout akan memengaruhi hasil kilang dan memengaruhi harga energi regional. Masalah utama yang belum terselesaikan adalah keamanan kerja, upah, dan hak tawar-menawar bagi pekerja serikat.
T: Mengapa BP melakukan lockout terhadap pekerja?
J: Lockout dimulai setelah anggota serikat pekerja secara mutlak menolak tawaran kontrak 'terakhir, terbaik, dan final' dari BP menyusul negosiasi yang berkepanjangan.
T: Berapa kapasitas produksi kilang Whiting?
J: Kilang tersebut memproduksi 440.000 barel per hari bahan bakar transportasi, termasuk bensin, solar, dan bahan bakar jet.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.
Artikel Terkait