TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
May 08, 2026
2 min read
2

Gubernur Bank Sentral Inggris Andrew Bailey telah menyatakan ia memperkirakan akan ada "pergulatan" signifikan antara Amerika Serikat dan regulator internasional mengenai aturan untuk stablecoin. Ia memandang mata uang kripto ini sebagai ancaman potensial terhadap stabilitas keuangan global jika tidak dikelola dengan baik di bawah standar terpadu.
Berbicara di sebuah konferensi, Bailey, yang juga memimpin Dewan Stabilitas Keuangan, menyatakan kekhawatiran atas keinginan kuat pemerintahan AS untuk mempromosikan stablecoin. Ia menekankan bahwa agar stablecoin menjadi bagian yang layak dari sistem pembayaran global, standar internasional sangat penting, yang ia yakini akan menjadi titik perselisihan dengan otoritas AS.
Risiko utama yang disoroti oleh Bailey adalah masalah konvertibilitas selama krisis. Ia memperingatkan bahwa "penarikan massal stablecoin" dapat menyebabkan pemegang stablecoin berbasis AS mencari perlindungan di yurisdiksi seperti Inggris, yang berencana memiliki kewajiban konvertibilitas yang kuat. Hal ini dapat mentransfer tekanan keuangan dan berpotensi mengganggu stabilitas sistem Inggris.
Perbedaan sikap regulasi menciptakan ketidakpastian bagi masa depan stablecoin dalam pembayaran lintas batas. Pasar kemungkinan akan memantau dorongan untuk koordinasi internasional guna mengurangi risiko sistemik, yang mungkin bertentangan dengan kepentingan nasional, terutama dari Amerika Serikat.
Q: Apa itu stablecoin?
A: Jenis mata uang kripto yang bertujuan untuk mempertahankan nilai stabil dengan mematoknya ke aset eksternal, seperti dolar AS.
Q: Mengapa Bank Sentral Inggris khawatir tentang stablecoin?
A: Kekhawatiran utamanya adalah potensi mereka menyebabkan ketidakstabilan keuangan, terutama jika mereka tidak dapat dikonversi secara andal menjadi uang tunai selama krisis pasar.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.
Artikel Terkait