TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
Thg 02 05, 2026
2 min read
4

Saham-saham Asia merosot karena aksi jual di sektor teknologi global semakin intensif, dipicu oleh kekhawatiran investor atas biaya besar yang terkait dengan investasi kecerdasan buatan. Tekanan penurunan ini mencerminkan meningkatnya ketidakpastian tentang profitabilitas perusahaan teknologi besar yang berkomitmen pada belanja modal besar-besaran.
Indeks saham Asia-Pasifik terluas MSCI di luar Jepang turun 1%, menunjukkan penurunan yang meluas. Pasar-pasar tertentu sangat terpengaruh, dengan KOSPI Korea Selatan jatuh 1,7% dan pasar Taiwan kehilangan 0,7%. Di Tiongkok, saham-saham unggulan turun 0,7%, sementara indeks Hang Seng Hong Kong merosot 0,8%.
Aksi jual ini sebagian besar dipicu oleh berita dari raksasa teknologi AS. Rencana Alphabet untuk meningkatkan belanja modal antara $175 miliar dan $185 miliar, jauh di atas perkiraan analis, membuat investor gelisah. Sebaliknya, permintaan akan perangkat keras AI menguntungkan pembuat chip Nvidia, yang sahamnya melonjak hampir 2% dalam perdagangan setelah jam kerja, sebagian pulih dari kerugian sebelumnya.
Investor tampaknya beralih dari saham teknologi ke saham siklikal di tengah kekhawatiran akan gangguan pasar. Pelaku pasar kini memantau dengan cermat laporan pendapatan mendatang dari pemimpin teknologi lainnya serta pertemuan kebijakan dari Bank of England dan Bank Sentral Eropa untuk sinyal ekonomi lebih lanjut.
T: Mengapa saham teknologi Asia jatuh?
J: Penurunan ini merupakan reaksi terhadap aksi jual global di sektor teknologi, didorong oleh kekhawatiran bahwa biaya tinggi pengembangan AI, yang disorot oleh rencana pengeluaran Alphabet, dapat berdampak negatif pada keuntungan perusahaan.
T: Perusahaan mana yang paling terpengaruh?
J: Perusahaan teknologi yang berfokus pada perangkat lunak menghadapi tekanan, sementara produsen perangkat keras dan chip seperti Nvidia melihat dampak positif karena peningkatan permintaan akan peralatan mereka.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.
Artikel Terkait

05 Thg 02 2026
Qualcomm, Arm Dilanda Kelangkaan Memori, Saham Anjlok

05 Thg 02 2026
Laba Prudential Q4 Melonjak berkat Penjaminan yang Kuat

05 Thg 02 2026
Laba Q3 Sony Melonjak 22%, Proyeksi Ditingkatkan

05 Thg 02 2026
Harga Perak Anjlok 16,7% di Tengah Penguatan Dolar