TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
พ.ค. 13, 2026
2 min read
7

Mata uang Asia sebagian besar tetap lesu pada hari Rabu setelah kenaikan tajam dolar AS, didorong oleh data inflasi Amerika yang lebih tinggi dari perkiraan. Laporan tersebut mendorong para pedagang untuk mengurangi ekspektasi penurunan suku bunga Federal Reserve, yang kemudian mengangkat dolar dan imbal hasil Treasury.
Data yang dirilis pada hari Selasa menunjukkan harga konsumen AS meningkat sebesar 3,8% secara tahunan pada bulan April, melampaui ekspektasi pasar dan memperkuat kekhawatiran bahwa The Fed mungkin mempertahankan suku bunga lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama. Sebagai respons, Indeks Dolar AS bertahan stabil di dekat level tertinggi satu minggu, karena taruhan investor terhadap penurunan suku bunga pada tahun 2024 berkurang.
Dolar yang lebih kuat memberikan tekanan di seluruh wilayah. Yen Jepang dan won Korea Selatan keduanya melemah. Rupee India mencapai rekor tertinggi 95,7375 pada sesi sebelumnya sebelum stabil. Sebaliknya, yuan Tiongkok menunjukkan kinerja yang relatif lebih baik, diperdagangkan datar di dekat level terendah tiga tahun.
Investor memantau dengan cermat pertemuan mendatang antara para pemimpin AS dan Tiongkok, yang diharapkan membahas perdagangan, tarif, dan teknologi. Selain itu, ketegangan geopolitik yang sedang berlangsung di Timur Tengah terus mendukung harga minyak mentah di atas $100 per barel, berkontribusi pada tekanan inflasi global.
T: Mengapa mata uang Asia melemah?
J: Mata uang tersebut melemah karena data inflasi AS yang kuat mendorong dolar AS dan menurunkan ekspektasi penurunan suku bunga Federal Reserve.
T: Berapa tingkat inflasi AS pada bulan April?
J: Indeks harga konsumen AS naik 3,8% dari tahun sebelumnya, yang merupakan kenaikan tahunan terbesar sejak Mei 2023.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.
Artikel Terkait