TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
Thg 05 07, 2026
2 min read
2

Apple secara resmi menyatakan penolakannya terhadap RUU C-22 yang diusulkan Kanada, menyatakan bahwa undang-undang tersebut dapat memaksa perusahaan untuk melemahkan enkripsi ujung-ke-ujung pada perangkatnya. RUU tersebut saat ini sedang diperdebatkan di Dewan Rakyat.
Diusulkan oleh Partai Liberal yang berkuasa di Kanada, RUU C-22 bertujuan untuk memberikan akses lebih cepat kepada penegak hukum terhadap data terenkripsi untuk penyelidikan keamanan. Langkah ini merupakan bagian dari tren global di mana pemerintah mencari akses yang sah, sementara perusahaan teknologi berpendapat bahwa hal itu membahayakan keamanan pengguna. Ketentuan RUU ini sebanding dengan undang-undang Inggris sebelumnya yang mendorong Apple untuk menarik fitur enkripsi cloud.
Undang-undang ini menimbulkan risiko signifikan bagi perusahaan teknologi yang memprioritaskan privasi pengguna sebagai fitur utama. Apple telah menyatakan tidak akan pernah menyisipkan 'pintu belakang' ke dalam produknya, sebuah sikap yang dapat menyebabkan perubahan layanan atau penarikan diri dari pasar dengan undang-undang semacam itu. Meta Platforms juga dijadwalkan untuk bersaksi, menunjukkan kekhawatiran industri yang luas terhadap kebijakan yang dapat merusak kepercayaan pada layanan digital dan e-commerce.
Konflik antara pengawasan pemerintah dan privasi pengguna semakin memanas. Hasil debat RUU C-22 akan menjadi indikator kunci bagi operasi industri teknologi di Kanada di masa depan dan dapat menjadi preseden bagi undang-undang serupa secara global. Investor mengamati dampak potensial pada operasi perusahaan teknologi besar.
T: Apa itu RUU C-22 Kanada?
J: Ini adalah undang-undang yang diusulkan yang akan memperluas akses sah ke data terenkripsi, berpotensi mengharuskan perusahaan seperti Apple untuk membantu penegak hukum melewati fitur keamanan.
T: Mengapa Apple menentang RUU tersebut?
J: Apple mengklaim RUU tersebut dapat memaksanya untuk memecahkan enkripsinya sendiri dan menciptakan pintu belakang keamanan, yang secara fundamental merusak privasi dan keamanan penggunanya.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.
Artikel Terkait

08 Thg 05 2026
Kunlunxin Baidu Melirik IPO Ganda di HK dan Shanghai

08 Thg 05 2026
Barclays: Risiko Selat Hormuz Membatasi Reli Pasar Saham

08 Thg 05 2026
RBC Menaikkan Target Harga S&P 500 menjadi 7.900