TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
Apr 07, 2026
2 min read
14

Saham Apple (NASDAQ:AAPL) mengalami penurunan tajam 4% pada hari Selasa, menjadikannya saham dengan penurunan terbesar di antara Dow. Penurunan ini dipicu oleh beberapa laporan negatif mengenai jadwal produksi iPhone lipat yang diantisipasi dan melambatnya pertumbuhan di segmen layanan App Store utamanya.
Sebuah laporan dari Nikkei Asia mengindikasikan bahwa Apple telah menghadapi kemunduran rekayasa yang signifikan dalam pengembangan iPhone lipat pertamanya. Masalah-masalah ini berpotensi menunda produksi massal selama beberapa bulan. Berita ini diperparah oleh laporan analis mengenai kinerja App Store. Data menunjukkan pertumbuhan melambat menjadi sekitar 7% pada kuartal Maret, dengan kelemahan yang mencolok pada kategori Gaming, yang mengalami penurunan pendapatan 1% dari tahun ke tahun.
Penurunan 4% ini membalikkan tren positif bagi Apple, yang sahamnya telah naik 5% selama empat hari sebelumnya. Penurunan signifikan ini melampaui kerugian pada indeks Nasdaq 100 yang lebih luas, menyoroti kekhawatiran investor spesifik terkait pendorong pertumbuhan perusahaan di masa depan.
Kombinasi potensi penundaan produk dan pertumbuhan pendapatan layanan yang lebih lemah menciptakan ketidakpastian bagi investor. Pengamat pasar akan memantau dengan cermat kemampuan Apple untuk mengatasi hambatan produksi ini dan menghidupkan kembali pertumbuhan di divisi layanannya, terutama di pasar internasional utama seperti Tiongkok, yang masih menunjukkan pertumbuhan 7%.
T: Mengapa saham Apple turun secara signifikan?
J: Saham tersebut turun 4% menyusul laporan penundaan produksi iPhone lipatnya dan data yang mengindikasikan perlambatan pertumbuhan pendapatan App Store.
T: Pasar spesifik mana yang menunjukkan kelemahan untuk App Store?
J: Analis mencatat bahwa pasar AS turun 2% dan Jepang turun 3% dari tahun ke tahun, keduanya berbalik ke wilayah negatif.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.
Dapatkan E-Book SMC Gratis: Strategi Trading Terbaik Tahun 2025! Senilai Rp4,200,000
7 Faktor Utama yang Mempengaruhi Harga Bitcoin di Pasar Global
Analisis 15 Cryptocoin yang Layak Diinvestasikan pada 2025: Peluang dan Tren Pasar Kripto
Daftar Hari Ini untuk Mendapatkan E-book Gratis!
Apa itu Bitcoin? Mengapa ini menjadi mata uang digital yang menarik perhatian di seluruh dunia?
Artikel Terkait