TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
1월 23, 2026
2 min read
1

Amazon dilaporkan sedang mempersiapkan gelombang kedua PHK korporat, yang diperkirakan akan dimulai paling cepat minggu depan. Langkah ini merupakan bagian dari strategi perusahaan yang lebih luas untuk menghilangkan sekitar 30.000 posisi dari jajaran profesional globalnya.
Pemotongan yang akan datang diperkirakan akan menyamai skala 14.000 pekerjaan yang dihilangkan pada Oktober lalu. CEO Andy Jassy menyatakan restrukturisasi ini bertujuan untuk mengurangi gesekan organisasi dan kembali ke struktur yang lebih ramping, alih-alih didorong oleh tekanan finansial atau kemajuan AI. Serangkaian PHK ini merupakan pengurangan jumlah karyawan terbesar dalam sejarah perusahaan.
Total pengurangan ini akan memengaruhi hampir 10% dari tenaga kerja korporat Amazon, dengan divisi seperti AWS, ritel, Prime Video, dan HR diperkirakan akan terkena dampaknya. Meskipun skala pemotongan ini besar, mereka hanya mewakili sebagian kecil dari total 1,58 juta karyawan Amazon. Setelah laporan ini, saham Amazon mengalami kenaikan moderat sebesar 0,2% dalam perdagangan setelah jam kerja.
Pergeseran strategis di Amazon ini mencerminkan tren korporat yang lebih luas untuk merampingkan operasi guna mengurangi birokrasi. Pasar akan mengamati bagaimana perubahan ini memengaruhi efisiensi dan inovasi raksasa teknologi tersebut ke depannya.
T: Berapa banyak pekerjaan yang akan dipangkas dalam gelombang ini?
J: Gelombang yang akan datang diperkirakan akan serupa dalam skala dengan 14.000 posisi yang dihilangkan pada Oktober 2023.
T: Mengapa Amazon melakukan PHK ini?
J: Perusahaan bertujuan untuk merampingkan organisasinya dan mengurangi lapisan manajemen, menurut CEO Andy Jassy.
T: Divisi mana saja yang akan terpengaruh?
J: Laporan menunjukkan bahwa pekerjaan di divisi AWS, ritel, Prime Video, dan HR akan terkena dampaknya.
Sumber: Reuters via Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.
Artikel Terkait