TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
Jan 30, 2026
2 min read
2

Saham Airtel Africa Plc mengalami pembalikan signifikan, jatuh sekitar 7 persen setelah kenaikan awal. Reaksi pasar ini terjadi meskipun perusahaan melaporkan hasil kuartal ketiga yang kuat. Perusahaan telekomunikasi tersebut mengumumkan peningkatan EBITDA sebesar 31,0 persen dalam mata uang konstan, mencapai $836 juta.
Penurunan harga saham menunjukkan kontras dengan kinerja operasional perusahaan yang kuat. Penurunan ini menunjukkan bahwa sentimen investor mungkin dipengaruhi oleh faktor-faktor di luar laporan pendapatan yang positif. Margin EBITDA perusahaan juga menunjukkan peningkatan signifikan, meluas menjadi 49,6 persen, peningkatan sebesar 278 basis poin dari tahun ke tahun.
Hasil keuangan yang kuat sebagian besar didorong oleh pertumbuhan luar biasa di Nigeria. Pendapatan seluler di wilayah tersebut melonjak sebesar 52,9 persen dalam mata uang konstan. Pertumbuhan ini disebabkan oleh penyesuaian tarif dan peningkatan signifikan dalam konsumsi data di kalangan basis pelanggannya.
Meskipun fundamental Airtel Africa tampak kuat, terutama di pasar utamanya di Nigeria, kinerja saham yang negatif menunjukkan potensi kekhawatiran pasar. Investor akan memantau dengan cermat untuk melihat apakah harga saham akan kembali selaras dengan metrik operasional perusahaan yang solid di periode mendatang.
T: Berapa banyak saham Airtel Africa jatuh setelah laporan Q3-nya?
J: Saham perusahaan jatuh sekitar 7 persen setelah awalnya menunjukkan kenaikan.
T: Berapa EBITDA kuartal ketiga Airtel Africa?
J: EBITDA kuartal ketiganya tumbuh sebesar 31,0 persen dalam mata uang konstan, mencapai $836 juta.
T: Wilayah mana yang menjadi pendorong utama pertumbuhan Airtel Africa?
J: Pendorong pertumbuhan utama adalah Nigeria, di mana pendapatan seluler meningkat sebesar 52,9 persen.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.
Artikel Terkait