Loading
ID
Komunitas
TrustFinance bukan penasihat keuangan berlisensi dan tidak berafiliasi dengan lembaga keuangan mana pun di wilayah Anda. Harap lakukan riset sendiri sebelum berinvestasi.

TrustFinance Global Insights
8월 26, 2026
2 min read
0

Ribuan pekerja Airbus SE di Spanyol telah melanjutkan mogok kerja tanpa batas waktu. Serikat pekerja menolak proposal gaji dan kondisi terbaru. Tindakan ini menyusul 22 hari gejolak industri pada bulan Juli, yang berdampak pada produksi dan berpotensi menantang target pengiriman tahunan Airbus.
Sekitar 90% pekerja yang memenuhi syarat berpartisipasi dalam penghentian kerja hari Selasa. Tiga serikat pekerja Spanyol yang melakukan mogok mewakili sekitar 40% dari sekitar 14.000 karyawan Airbus Spanyol. Para pekerja menolak tawaran perusahaan, dengan alasan kurangnya jadwal yang pasti dan komitmen finansial pada isu-isu penting seperti hari libur dan jam kerja fleksibel. Airbus telah membekukan perekrutan baru di Spanyol selama mogok kerja berlangsung.
Perwakilan serikat pekerja melaporkan bahwa penghentian kerja yang sedang berlangsung telah memperlambat produksi militer dan komersial di delapan lokasi Airbus di Spanyol. Gangguan ini dapat menghambat ambisi perusahaan untuk memenuhi target tahunan pengiriman 870 jet. Para pekerja menuntut kenaikan gaji yang terkait inflasi dan pengembalian tunjangan kerja jarak jauh dan cuti sakit sebelumnya.
Pertemuan mediasi baru telah dijadwalkan, menandakan upaya berkelanjutan untuk menyelesaikan perselisihan. Dampak jangka panjang pada jadwal produksi dan rantai pasokan Airbus akan bergantung pada durasi dan penyelesaian mogok kerja. Para pemangku kepentingan terus memantau negosiasi dengan cermat.
T: Mengapa pekerja Airbus di Spanyol melakukan mogok kerja?
J: Para pekerja melakukan mogok setelah menolak tawaran gaji dan kondisi, menuntut kenaikan gaji yang terkait inflasi, dan pemulihan tunjangan seperti kerja jarak jauh dan cuti sakit.
T: Apa dampak mogok kerja terhadap Airbus?
J: Mogok kerja telah memperlambat produksi militer dan komersial, berpotensi menyulitkan Airbus untuk memenuhi target pengiriman tahunan 870 jet.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.
Artikel Terkait