TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
Mac 10, 2026
2 min read
18

Goldman Sachs memperkirakan nilai wajar harga minyak mentah akan berada di kisaran $60-an rendah per barel, tanpa adanya guncangan pasokan saat ini yang terkait dengan Iran. Valuasi tersebut menggarisbawahi premi risiko geopolitik signifikan yang saat ini tertanam dalam harga pasar.
Menurut catatan dari Daan Struyven, co-head riset komoditas global di Goldman Sachs, ketegangan di Timur Tengah secara artifisial menaikkan harga. Analisis tersebut memperingatkan bahwa potensi gangguan pasokan di Selat Hormuz dapat menyebabkan harga melonjak secara signifikan, dengan dampak yang bergantung pada durasi kendala apa pun terhadap aliran minyak melalui jalur kritis tersebut.
Model valuasi bank tersebut memperhitungkan dampak kumulatif terhadap produksi minyak mentah Teluk Persia dan persediaan minyak komersial. Model ini juga memperhitungkan respons kebijakan yang diantisipasi terhadap potensi gangguan pasokan. Hal ini menunjukkan bahwa tanpa guncangan terkait Iran yang sedang berlangsung, dinamika pasar fundamental akan mendukung harga minyak mentah Brent yang jauh lebih rendah.
Penilaian Goldman Sachs menunjukkan bahwa keseimbangan fundamental penawaran dan permintaan mengarah pada harga minyak mentah Brent di kisaran $60-an rendah. Namun, pasar tetap sensitif terhadap perkembangan geopolitik, dan setiap eskalasi dapat membatalkan valuasi berbasis fundamental ini dan mendorong harga lebih tinggi.
T: Berapa nilai wajar minyak mentah menurut Goldman Sachs?
J: Nilai wajar diperkirakan berada di kisaran $60-an rendah per barel, tidak termasuk guncangan pasokan terkait Iran.
T: Apa risiko utama terhadap harga minyak yang disebutkan?
J: Potensi gangguan pasokan di Selat Hormuz adalah risiko utama yang dapat mendorong harga naik secara signifikan.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.