TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
Thg 03 30, 2026
2 min read
38

Kontrak berjangka saham Asia menurun karena investor bersiap menghadapi konflik berkepanjangan di Teluk, mendorong harga minyak mentah Brent menuju kenaikan bulanan tertinggi sepanjang sejarah. Lonjakan ini meningkatkan risiko inflasi dan resesi yang signifikan secara global. Minyak mentah Brent naik 2,4% menjadi $115,33 per barel, menandai kenaikan 59% untuk bulan ini, melampaui lonjakan yang terjadi setelah invasi Irak ke Kuwait pada tahun 1990.
Ketidakpastian ini menimbulkan gejolak di seluruh pasar global. Kontrak berjangka Nikkei Jepang menunjukkan penurunan tajam, sementara kontrak berjangka S&P 500 turun 0,6% dan kontrak berjangka Nasdaq turun 0,7%. Di pasar komoditas, minyak mentah AS juga naik 3,0% menjadi $102,52. Analis memperingatkan bahwa harga minyak bisa mendekati $150 per barel jika Selat Hormuz tetap dibatasi.
Guncangan harga energi mengubah ekspektasi suku bunga. Pasar kini mengantisipasi pengetatan sebesar 12 basis poin dari Federal Reserve AS tahun ini, sebuah pembalikan tajam dari ekspektasi pemotongan 50 basis poin sebulan yang lalu. Dolar AS telah menguat di tengah volatilitas, diperdagangkan pada 160,42 yen.
Investor memantau dengan cermat perkembangan geopolitik dan pernyataan mendatang dari pejabat Fed. Harga energi yang tinggi secara berkelanjutan diperkirakan akan terus menekan pasar ekuitas global sambil memperkuat dolar AS, mengingat statusnya sebagai pengekspor energi bersih.
T: Mengapa pasar saham Asia jatuh?
J: Penurunan ini didorong oleh kekhawatiran investor atas konflik Teluk yang berkepanjangan, yang telah menyebabkan kenaikan tajam harga minyak, memicu kekhawatiran inflasi dan resesi.
T: Bagaimana harga minyak mentah Brent terpengaruh?
J: Minyak mentah Brent telah melonjak 59% bulan ini, kenaikan bulanan terbesarnya dalam sejarah, baru-baru ini diperdagangkan pada $115,33 per barel.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.